Rasa yang takkan terulang

Kasih sayang keluarga




Dimalam dingin
Gelap
Sepipun menjadi teman
Indahnya langit ditemani bintang
Teringatku akan kisahku waktu itu

Kisah detik-detik perpisahan
Santai aku menanggapinya
Kukira ini hanya gertakan
Agar aku menjadi lebih dewasa
Agar aku menasihatinya
Agar ia tak mengulangi kesalahan yang sama
Bukan
Ini bukan gertakan
Ini nyata
Benar-benar perpisahan yang direncanakan

Gedung empat lantai berwarna abu-abu
Menjadi saksi bisu
Atas apa yang dikatakannya padaku
Dan, kubertanya pada diriku sendiri
Mengapa harus aku yang tahu pertama kali
Aku taklah sekuat yang dikira
Pun tak seceria kelihatannya

Kesedihan seakan menjadi teman
Yang hanya sekali-sekali menghilang
Kasih sayang kini masih kudapatkan
Jarak yang memisahkan
Seolah menjadi penghalang
Aku tak mendapat kehangatan seperti dulu
Kau tak pernah tau isi hatiku
Akupun kadang tak mengerti diriku sendiri
Kau tak tahu bukan ?
Kurapuh
Rasa ingin menghilang kadang hinggap
Agar tak kujalani
Semua yang tak menjadi inginku

Jika diizinkan
Aku ingin memiliki kesempatan kedua
Agar tak kurasakan kisah seperti ini
Kisah pilu
Menyakitkan
Kalian memilih keinginan begitu
Ego yang tinggi
Tak berfikir bagaimana kedepan
Mengesampingkan perasaan
Mungkin kau mengira hati ini terbuat dari batu
Yang takkan merasakan sakit apabila terbentur batu lainnya

Kasih sayang yang kurasakan dulu
Sekarang hanya dambaan
Semua yang  kulalui menjadi saksi
Atas apa yang tlah terjadi
Semuanya tak dapat dipungkiri
Inikah bagian hidupku ?
Skenariomu begitu indah
Hati menjelma menjadi tak perasa



#menulisharikesembilanbelas
#bloggermuslimah
#tantanganmenulissetiaphari
#muslimahuntukbangsaindonesia
#salamliterasi

Komentar

www.retisuryani mengatakan…
Percaya lah tuhan punya rencana yg sangat indah untuk kita kedepannya.semngat aku tw kau wanita yang hebat dan tangguh
Silviafajar mengatakan…
Pasti ada pelangi sesudah hujan mbakk πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Postingan Populer