Menjadi radio tua

Teman dekat




Pendengar setia dikala susah maupun senang
Seringkali keluh kesahku padamu tak berujung solusi
Namun, itu semua  tak penting
Dengan kau mendengarkanku 
Itu menjadi penguatan untuk diriku
Bahwa disekitarku masih ada yang peduli
Entah itu peduli tulus
Atau peduli karena kasihan saja padaku
Ah entahlah
Aku tak mau memikirkannya

Bercerita perkara sulit bagiku
Apalagi ke orang yang baru dikenal
Termasuk dirimu
Saat awal pertemuan kita
Aku melihat, memperhatikan, tak jarang acuh padamu
Namun..
Seiring berjalannya waktu semuanya berubah
Entah apa yang membuka hatiku
Yang sangat yakin untuk terbuka perihal semrawutnya hidupku padamu

Menutup rapat atas apa yang kau ketahui tentangku itu pilihanmu
Untuk sementara waktu aku percaya
Bahwa kau  takkan mengecewakanku



Mungkin aku tak ubah bagai radio tua buatmu
Meneteskan air mata didepanmu adalah hal yang aneh bagiku
Mengapa ?
Aku tak mau melemah dihadapanmu

Terimakasih pendengar setiaku
Kau tak memberi solusi 
Namun menguatkanku



#menulisharikesebelas
#bloggermuslimah
#tantanganmenulissetiaphari
#www.retisuryani.com
#silvia.blogspot.com
#satuusembilan.blogspot.com
#diraandrayani.blogspot.com
@ummiqulsum
@selvia_fajar
@weriantika
@diraandrayani18

Komentar

Silviafajar mengatakan…
Kadang manusia butuh didengarkan dari pada diberi solusi ya mbak
Reina Jingga mengatakan…
Unchhh. Raso² aku yg ado disitu uwuwuwuwu
www.retisuryani mengatakan…
Iya sangat betul. Ehheh smngt untuk menjalani hidup
Nengsi Hariyanti mengatakan…
Wanita, suka bercerita . Tak mesti untuk meminta solusi. Namun ckup untuk didengarkan saja. Right?
Reason mengatakan…
Emang butuh pendengar keknya, and than lama² jadi radio 😂
Reason mengatakan…
Right, bercerita bukan perkara meminta solusi.

Namun, mengutarakan isi hati walaupun keseringan bercerita tak berujung solusi😂

Postingan Populer